KONDISI INDONESIA MEMPRIHATINKAN TINGKAT KONSUMSI SUSU TERENDAH SE ASIA TENGGARA

0
260

Konsumsi susu penduduk Indonesia adalah salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk 2017, konsumsi susu di Indonesia adalah 16,5 liter per kapita per tahun, dengan target 20 liter per kapita per tahun.

Tidak ada keraguan bahwa konsumsi ini terendah di Asia Tenggara. Bandingkan dengan Brunei Darussalam yang mencapai 129,1 liter, Malaysia dengan 50,9 liter, Singapura hingga 46,1 liter per tahun. Bahkan kurang dari di Vietnam, yang mengandung 20,1 liter susu per tahun per kapita.
Susu merupakan menu minuman masyarakat modern yang harus hadir dalam kehidupan manusia sehari-hari. Ini tercermin dalam berbagai persyaratan diet yang direkomendasikan oleh pemerintah di berbagai belahan dunia.

Susu disebut sebagai kesehatan, bentuk fisik, dan nutrisi. Namun, manfaat susu terkadang masih belum terkirim dengan benar.

Andrew F Saputro, Direktur Urusan Korporat untuk bendera Frisia di Indonesia, mengatakan masih ada banyak kendala untuk mempopulerkan susu sebagai minuman sehat.

“Secara umum, diet harian orang Indonesia tidak sesuai dengan diet seimbang. Diet seimbang diartikan sebagai beragam bahan makanan berkualitas tinggi dalam jumlah yang memadai dan proporsional untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan dan perkembangan optimal,”

diet pos
Hasil survei Nutrisi FrieslandCampina Southeast Asia (SEANUTS) terhadap lebih dari 16.000 anak usia 6 hingga 12 tahun 2012 menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki beberapa masalah kesehatan dan keselamatan. untuk nutrisi.

Misalnya, gaya hidup yang kurang aktif, kurang gizi, kekurangan vitamin D dan pertumbuhan lambat atau terhambat.

Padahal, susu bisa menjadi salah satu nutrisi yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Selain itu, peningkatan konsumsi susu oleh manusia akan menyebabkan efek domino yang baik untuk industri.

“Produksi susu nasional yang baru dapat memenuhi 20% dari permintaan pasar, dan permintaan ini tumbuh karena permintaan aktual dari masyarakat,” kata Dekan Departemen Peternakan. Universitas Padjadjaran Husmy Yurmiati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here