TETAP BEROLAHRAGA SAAT BERPUASA, TAPI JANGAN LUPAKAN HAL INI!

0
255

puasa Ini tidak berarti bahwa Anda harus beristirahat sambil menunggu buka puasa. Masih perlu melakukan olahraga agar tubuh selalu bugar dan sehat.

Tentu saja, olahraga perlu disesuaikan selama puasa Ramadhan. Dari intensitas hingga saat melakukan. Mulai Kesehatan Pria di Singapura Pada Selasa (7/5/2014) ada tiga tips utama untuk pelatihan di bulan puasa.

1. Kurang intensitas latihan
Menurut Dr. Rano Izhar, CEO profesional kebugaran Asia, tidak boleh melakukan latihan yang intens selama bulan puasa. Perhatikan juga faktor kesehatan tertentu, seperti: Penyakit kardiopulmoner atau riwayat penyakit.

Menurut Rano, beberapa gejala harus dipertimbangkan. Misalnya, kesulitan bernapas saat berdiri, pusing atau pingsan, nafas pendek yang persisten bahkan dengan aktivitas sedang, nyeri dada, kaki saat berjalan, kaki bengkak, atau detak jantung yang cepat. Jika Anda memiliki masalah ini, mintalah saran dokter Anda sebelum berolahraga saat puasa.

“Saat Anda bugar, atur intensitas latihan menjadi 60-65% dari yang biasanya Anda lakukan saat berpuasa.”

2. Banyak konsumsi cairan
Air memainkan peran penting dalam pengaturan suhu tubuh, transportasi nutrisi dan oksigen dalam plasma. Perlu untuk menghasilkan energi.

“Dehidrasi selama berolahraga, terutama puasa, sangat umum dan dapat memengaruhi kesehatan serta kinerja atletik,” kata Rano.

Gunakan air sebanyak mungkin untuk membuka dan melihat. Rano juga mengatakan hindari konsumsi soda, kopi atau teh karena bersifat diuretik dan merangsang kehilangan cairan.

3. makan seimbang
Karbohidrat kompleks perlu diisi karena karbohidrat jenis ini memberikan energi lambat bagi tubuh sepanjang hari. Selain itu, kemampuan untuk diubah menjadi lemak rendah.

Rano mengatakan Anda bisa mendapatkan karbohidrat kompleks dari sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan kurma, buah ara, anggur, roti, dan nasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here